Minggu, 27 April 2008

Seluas Mata Memandang

Pagi ini, hari minggu 27 April 2008. Ketika aku mulai menjejakkan kaki kecilku di "Laut Kidul". Pantai Parangtritis, sebuah pantai yang cukup menawan. Ombak yang cukup tinggi sempat membuat hatiku berdetak cukup kencang, tetapi keinginan dan rasa syukurku atas keindahan alam ini menjadikan aku semakin berani untuk menyentuh belaian ombak dan halusnya pasir putih ini. Meskipun aku masih kecil, aku tahu bahwa apa yang ada di depanku masih sangat luas dan jauh. Mulai pagi ini, aku berjanji dari dalam hatiku ini, aku harus menjadi dewasa dan aku akan selalu menjaga alam ini, meski sekarang sudah mulai rusak, tetapi berhentilah agar aku, ketika aku sudah dewasa, aku dapat minikmati keindahan, kelembutan ombak dan sejuknya udara pagi ini.

Namun aku tetap percaya, tanpa tuntunan dari orang tuaku, orang-orang yang lebih dewasa dan lebih mengetahui sesuatu lebih dahulu sebelum aku. Kutapakkan kakiku lagi dengan lebih yakin, dengan senyuman keyakinanku.."Alamku, Maafkanlah Kebodohan Kami yang Telah menyia-nyiakanmu, Ya Tuhan... berikan KUASAMU agar alam ini selalu dalam keindahan.". Aku Berjanji akan menjaga alam ini, alam yang begitu indah yang telah memberiku harapan agar aku menapaki langkah-langkah hidupku yang lebih baik. "JAGA ALAM INI !".
Panas Terik Yang Indah
Setelah lelah bermain bola pantai, berlarian, dan menyentuh kerasnya ombak,







" Kendaraan Anti Polusi, Melintasi Pesisir Parangtritis "










"Meneguk Segarnya Air, Dengan Kesegarannya"










"Besama dengan sahabatku, menambah kehangatan hati."



"Meskipun terasa lelah, tapi Aku Bahagia .... "






"Indahnya Mentari pagi yang membasuh Parangtritis"



Tidak ada komentar: